Harga Tembakau Sumenep Naik Jadi Rp63 Ribu per Kilogram, Petani Mulai Bernapas Lega
- Mohammad -
- 30 Aug, 2026
Saat ini, harga tembakau di tingkat petani mencapai sekitar Rp63 ribu per kilogram. Harga tersebut meningkat dibandingkan sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp50 ribu per kilogram.
Kenaikan harga tersebut salah satunya dipengaruhi kualitas tembakau yang semakin baik. Kondisi cuaca yang mendukung selama musim kemarau membuat tanaman tembakau dapat tumbuh lebih optimal sehingga menghasilkan daun dengan kualitas lebih tinggi.
Petani tembakau asal Kecamatan Bluto, Halik, menyambut positif perkembangan harga tersebut. Menurut dia, harga Rp63 ribu per kilogram cukup menggembirakan bagi petani, terutama karena kualitas tembakau yang dipanen juga mengalami peningkatan.
“Kami menyambut positif harga tembakau yang sekarang mencapai Rp63 ribu per kilogram. Ini cukup menggembirakan bagi petani, terutama karena kualitas tembakau juga semakin baik,” ujar Halik, Sabtu (28/8/2026).
Menurut Halik, tembakau dengan harga tinggi umumnya berasal dari tanaman yang ditanam pada periode belakangan. Tanaman tersebut relatif tidak banyak terdampak hujan sehingga kualitas daun yang dihasilkan lebih bagus.
“Yang harganya mahal sekarang itu tembakau yang ditanam belakangan dan tidak terkena musim hujan. Kalau yang ditanam lebih awal, harganya masih sekitar Rp50 ribu per kilogram,” katanya.
Perbedaan harga tersebut menunjukkan kualitas menjadi salah satu faktor penting yang menentukan nilai jual tembakau di tingkat petani.
Tembakau yang tumbuh dalam kondisi cuaca yang mendukung, terutama pada musim kemarau, cenderung menghasilkan daun dengan kualitas lebih baik. Kondisi itu kemudian turut memengaruhi harga ketika hasil panen masuk ke pasar.
Bagi petani, kondisi tersebut menjadi angin segar setelah sebelumnya harga tembakau berada pada level yang lebih rendah.
Halik berharap kondisi musim kemarau tetap mendukung hingga seluruh proses panen selesai. Dengan cuaca yang stabil, petani berharap kualitas tembakau tetap terjaga sehingga harga di tingkat petani juga dapat terus membaik.
“Mudah-mudahan musim kemarau tetap bagus sampai panen selesai, sehingga kualitas tembakau tetap baik dan harga juga terus membaik,” ucapnya.
Kenaikan harga tembakau tersebut diharapkan dapat memberikan tambahan pendapatan bagi petani sekaligus menjadi insentif untuk menjaga kualitas hasil produksi. Bagi Sumenep yang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil tembakau di Madura, perkembangan harga pada musim panen menjadi salah satu indikator penting bagi kondisi ekonomi petani.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *

